Selasa, 13 Februari 2018

Desa Wisata Nglanggeran

Desa wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kulon Progo, Yogyakarta. Desa wisata ini termasuk desa wisata CBT (Community Based Tourism) dan memperoleh penghargaan sebagai desa wisata yang menerapkan CBT ASEAN pada bulan Januari 2017 lalu, sejak saat itu, banyak turis lokal maupun mancanegara berdatangan ke desa wisata Nglanggeran ini untuk melihat – lihat semua daya tariknya, dan membawa pengetahuan baru tentang budaya serta tradisi daerah setempat.

Desa Wisata Nglanggeran disebut sebagai CBT karena:
1.   Memberikan kontribusi kesejahteraan sosial
Karena banyak wisatawan yang berdatangan kesini menjadikan desa wisata Nglanggeran mendapatkan benefit yang cukup untuk memperbaiki maupun mengembangkan fasilitas yang ada.

2.   Menjadikan masyarakat sebagai pengurus
Desa wisata tentunya memerlukan bantuan tenaga kerja untuk mengurus desa wisata tersebut, jadi, desa wisata ini menjadikan masyarakatnya untuk ikut serta mengurus desa wisata yang ada di daerahnya.

3.  Tetap memperhatikan lingkungan
Desa wisata ini sangat menjaga lingkungannya, seperti banyak disediakan tempat sampah di sisi jalan.

4.   Adanya partisipasi interaktif antarmasyarakat dan wisatawan
Partisipasi antara masyarakat dan wisatawan yaitu sebagai contoh; desa wisata Nglanggeran ini mempunyai kebun coklat, jadi wisatawan bisa melakukan kegiatan menanam tumbuhan kakao bersama masyarakat setempat. Lalu, desa wisata ini juga kaya akan budayanya, dan wisatawan pun bisa berlatih karawitan maupun tarian jatilan dibimbing dengan masyarakat setempat.

5.   Perjalanan wisata dan pramuwisata yang berkualitas
Desa wisata ini mempunyai paket wisata dan tour guide yang berkualitas dan unggul di bidangnya.

6.   Akomodasi, konsumsi, dan kinerjanya baik
Desa wisata Nglanggeran mempunyai lebih dari 100 homestay yang bisa untuk dijadikan tempat menginap turis, menyediakan makanan dan minuman, serta kualitas pengurusnya pun baik.
  • Desa Wisata Nglanggeran diakui sebagai geosite Gunung Sewu oleh UNESCO.
  • Desa wisata ini mempunyai Gunung Merapi Purba, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, Workshop Batik Topeng, kebun coklat, dan memproduksi beras sendiri.
  • Kaya akan budaya Jawa. Mereka membuka kursus belajar karawitan dan Tari Jatilan untuk para turis.
  • Memenangkan ISTA 2017 sebagai desa wisata yang menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar